Sep 30, 2012

Time

The only reason for time is so that everything doesn't happen at once.” -- Albert Einstein

Hari ini saya beli film Rat Race dan Shaolin Soccer. Bisa dibilang saya kuno dan gak punya selera bagus tentang film. Jujur, seinget saya pertama kali saya tonton dua film ini--saat saya SD--saya sangat terkesan. Sore ini saya curhat sama Regina kalau saya pengin banget nonton Shaolin Soccer dan tanpa pikir panjang sewaktu di DVD kiosk saya nemu langsung saya beli.

It actually wasn't that impressive.
Setelah ditonton lagi ternyata filmnya buruk. Maaf, buruk dalam artian sama sekali gak mendidik. Tapi dulu film ini termasuk film yang paling saya tunggu-tunggu--selain Baby's Day Out dan The Parents Trap--kalau saya lihat iklannya. Saya suka lawakannya Stephen Chow. Ternyata lawakannya gak selucu yang saya inget. In the matter of time, sewaktu SD saya lihat adegan-adegan konyolnya, sewaktu saya nonton ulang yang saya lihat malah wajah tampannya Si Kakak ke-4, Si Lightning Hand, yang mirip Bruce Lee. Ganteng maksimal.
Kwok-Kwan Chan


Time does heal, people said.
Iya, waktu membuat sesuatu menjadi lebih baik. Waktu juga dibayar dengan pemupukan pikiran yang pada akhirnya berbuah menjadi pandangan baru, pendapat baru, dan pilihan baru. Vision saya agaknya tertutup sewaktu SD sampe-sampe film kayak gini jadi film favorit. Terlebih banyak banget line yang miss. Banyak percakapan yang saya baru nangkep maksudnya. Kalau dari segi percakapannya sih film ini ya bagus gitu. Karena atmosfernya bergelora, bersemangat, dan visioner jadinya banyak kata-kata bijak yang dikeluarin sama Stephen Chow.

Poinnya, semua pasti ada waktunya. Ada waktunya untuk mengerti, ada waktunya untuk mulai tidak menyukai, ada waktunya memilih, dan ada waktunya untuk mengakhiri kalimat ini. Kalau kata Billy Joel sih you can't be everything you want to be before your time. Jangan pernah kecewa kalau apa yang diharapkan belum terealisasikan, mungkin memang belum waktunya.
Saya rasa sekarang udah waktunya untuk mulai adaptasi sama kehidupan masa depan. Sudah waktunya menjadi lebih dewasa. Sudah waktunya siap untuk menjadi dewasa.


Waktunya tidur,
Afi Wiyono
HayahAfifah | 2008-2017