Dec 29, 2014

Teguran

Ayah, hari ini aku kena tegur
Seorang pria yang paling aku sayangi menegurku tadi pagi
Bukan tegur sapa, Ayah
Teguran yang membuat subuh tadi semakin kering dan dingin
Saat mobilku berpacu kencang
Dan pikiranku sulit difokuskan
Aku diam
Mencoba sibuk dalam ketidakteraturan
Hatiku tidak tenang
Tambah tidak tenang ketika dia menegurku
Dia mau aku yang dulu, Ayah
Pria yang paling aku sayangi tidak mau aku angkuh dalam diam
Dia mau aku berucap
Menyapa
Dia mau aku mengabulkan permintaannya
Iya, aku sudah lakukan, Ayah
Diam bukan tanda tidak ada kehidupan
Bukankah begitu, Ayah?
Aku malu karena menjadi sosok yang tidak diharapkan
Untuk apa berubah, begitu simpul yang kudapatkan, begitu katanya
Meski kecewa, pria yang paling aku sayangi tetap sayang padaku
Pancaran matanya selalu meyakinkan
Aku minta maaf, Ayah.

Kamu masih jadi pria yang paling aku sayangi.
Ayah pasti tahu.


Yang kena tegur di sela-sela hiruk pikuk senyawa dan enzim,
Afi Wiyono
HayahAfifah | 2008-2017