Feb 4, 2015

Kue

Pukul 01.16 pagi dan saya masih di Jalan Raya Bogor. Hari sudah berganti dan saya mesti berlari beberapa menit tadi. Kira-kira 100 m dengan sepatu kekecilan serta baju gamis Mama dipadukan dengan jilbab a la SMA. Lari sambil tertawa getir. Menertawakan saya yang mungkin telah salah ucap di sambungan telepon siang tadi. Eh, siang kemarin lebih tepatnya. Hari telah berganti tanpa direnggangkan oleh mimpi.

Salah paham. Gagal paham.
Itu yang terjadi. Saya belajar banyak dari hari ini. Eh, hari kemarin hingga pagi ini. Sudah pagi kah ini?
Saya belajar banyak dari model kehidupan saya, Ayah dan Mama. Terima kasih atas pelajarannya. Bahwa segala sesuatunya memang perlu diorganisasi. Magang menjadi anak bungsu yang harus ikut ke sana ke sini saat tidak ada agenda memang sedikit melelahkan. Status 'tidak ada' agenda bisa bergeser menjadi 'jadwal padat'.

Magang yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Magang hari ini (atau hari kemarin) ditambahkan agenda berkunjung ke perusahaan tetangga. Perusahaan kurma milik seorang relasi yang sempat saya temui di Food Ingredients Asia. Akhirnya terwujud juga ikatan persaudaran saya dengan seseorang yang punya nama famili serupa dengan saya. Belajar banyak tentang usahanya. Kita satu turunan, begitu katanya sesaat setelah mengetahui nama lengkap saya.
Terima kasih, Pak. Semoga lekas diberi kesembuhan.

Menarik, ya?

Tuhanku yang mahabaik, mahakeren, maha-segalanya, terima kasih atas segala pembelajaran hari ini. Magang di sesi liburan ini sungguh.....ah, supersekali.

Intern sebagai bungsu selamanya,
Di keluarga Pak Wiyono,
Afi Wiyono

HayahAfifah | 2008-2017