"Kamu lagi nikmatin apa akhir-akhir ini?"
"Maksudnya?"
"Iya, apa hal yang lagi kamu nikmatin akhir-akhir ini?"
"Yang gimana itu?"
"Yang nggak usah pakai mikir tapi kamu bisa langsung tau itu bikin kamu seneng"
"Meh"
"Apaaaa? Masa masih mikir juga?"
"Adaaaa tapi aku malu ngomongnya hahahahaha"
"Wow, kita kan biasa nyimpen rahasia bareng. Kalau bocorin rahasia pun itu kita juga berdua"
"Ini bukan rahasia sih, tapi aku malu aja"
"Yaduh"
"Tapi gini deh, aku ceritain apa yang aku rasa aja ya, tanpa dikasih tau series of eventnya apa sampai-sampai aku bisa berujung begini"
"Yaa.. boleh lah. Tipikal kamu banget. Ini sebenernya tuh karena kamu emang nggak konkret aja orangnya, cuman bisa ngasih makna rasa di series of event itu"
"Nggak! Aku tau banget saat ini sebabnya, tapi aku nggak mau kasih tau di ruang publik macam blog gini. Lagian kok kamu nanya lewat blog?"
"Ya aku mau dokumentasiin aja. Ini udah bulan ketiga 2020, kamu sebaiknya ninggalin jejak. Antisipasi aja kalau-kalau di waktu mendatang butuh tracing"
"Hahahahaha! Okay!"
"Ya okay terus apa ceritanya?"
"Gini, aku lagi dikasih nikmat punya harapan. Lagi dikasih nikmat ngerasain punya alasan buat doa sebanyak-banyaknya, sekenceng-kencengnya, segiat-giatnya. Aku semangat bangun pagi karena aku mau doa. Aku semangat jam makan siang selain karena mau makan karena aku mau doa. Aku mau sesering-seringnya nyampein hal yang sama ke Penciptaku."
"Loh kamu nuntut?"
"Haaah? Nggak!"
"Maksa banget kayaknya"
"Nggak! Aku sesuai tupoksi aja sebagai hamba. Kayaknya nggak berbatas deh"
"Ya sih. Terus ini udah berapa lama berlangsungnya?"
"Tiga hari HAHAHAHAHAHA bentar banget ya?"
"Yeuuuuuu kirain sebulan gitu minimal"
"Eh, tapi, kenapa ya aku bahkan ngerasa dalam waktu yang baru bentar banget ini aja rasanya udah segitu bikin senengnya. Segitu bikin pengen deket lagi lagi dan lagi"
"Ya wajar sih, teorinya emang gitu katanya. Kalau kita maju selangkah, kita disamperin seribu langkah. How great is that?"
"ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
"Segitu baiknya ya. Takut nggak sih dicabut?"
"ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
"Yaudah, kamu mah kalau nangis susah diajak ngobrol lagi. I wish you are not taking it for granted. Enjoy while it lasts"