Mana bisa dia malu. Dirinya terlalu utuh untuk dipecah jadi versi ultra pada beberapa bagian. Merasa cukup, dia sangat menawan.
***
Aku nggak tahu cerita ini akan berujung dimana. Semata-mata kutulis karena belum lama ada kebesaran Tuhan dalam wujud manusia yang tidak berkecil hati.
See you,
Afi