Supaya pikirannya lebih jernih dan badan lebih bahagia karena dapat haknya untuk bekerja.
Jadi, aku lari.
Padanya aku temukan badan yang minta lebih sebelum akhirnya minta kurang. Juga pikiran yang tiba-tiba mudah mensyukuri. Bahwa ada kesempatan yang baiknya tidak dilewati tanpa dinikmati.
Maka, yuk, kuajak kamu kencan sembari melihat bebek yang pernah kutemui. Di antara jembatan-jembatan biru yang biasa ditongkrongi anjing. Termasuk anjing coklat yang jalan lebih cepat dari sahabatnya lalu mengendusku tanda ingin berteman.
Bukan bebek lado ijo!
Bukan hidangan.
Selama masih bisa bersama, mari saja kita lakukan.
Oh, sialan. Saat bahagia aku malah gemar mencinta!
Teman bebek,
Afi Wiyono.