Kepalaku rasanya sibuk
Telingaku bisa dengar
Tik tik tik
Bunyi jam tanganku
Berdetik
Lama-lama jadi ribuan
Tiba-tiba jadi delapan belas ribu
***
Pagiku tetap banyak soalnya aku sumbang kerelaanku untuk malam yang jauh lebih panjang serta pagi dan siang yang tetap segitu-segitu saja.
Kok bisa-bisanya mau, ya?
Dalam edisi sepekan terakhir tidur pagi,
Afi Wiyono