Feb 13, 2021

Salam dari Suhu Bawah Nol

Badai kasih aku salam
Katanya ini angin dingin
Supaya kamu tahu
Hangat banyak nyamannya
Tapi ya,
Angin pembeku ulu hati juga ramah
Coba padukan dengan keikutsertaan
Memeriahkan kedinginan
Yang berawal dari ajakan
Tidak penting darimana kemana
Buahnya anggukan
Dua cangkir minuman panas

Badai berakhir
Matahari terik
Aku berjemur
Punggung hangat
Hati merasa

***
Pada lain waktu.

Aku susah percaya soal kehangatan yang ditawarkan dengan cuma-cuma. Aku suka mual kalau hangatnya berlebihan. Tubuhku memang didesain untuk diatur sendiri, soal menerima dan menolak. Sama seperti kendali yang kamu punya atas tubuhmu, termasuk hatimu yang bisa merasa.

Ugh.
Maaf ya kalau sudah repot-repot mau bawa hangat, tapi ujungnya aku pecah karena terlalu beku.

Padahal saat badai menitip salam lewat orang lain aku bisa hangat sehangat-hangatnya.

Kapan ya bisa hangat bertemu hangat?
Ugh.
Masih ada waktu bermimpi, maka jadilah.

Hari terakhir yang diprediksi membeku,
Afi Wiyono
Haya/Afi| 2008-2022