Apr 8, 2014

Beri Aku Jawaban

I'm so dead by this society.
Besok Pemilu! Lalu timeline ini penuh sama tweet macam cara-cara memilih, kriteria sah-nya surat suara, himbauan tidak golput, omongan-omongan macam protips dalam menentukan pilihan, retweetan dari akun-akun terkait pemilu, dan lain-lain dan lain-lain. I'm so dead. Lelah sekali rasanya, Bung. Geram sedikit karena diri ini nggak bisa menggebu menimpali pemilihan esok. Saya nggak peka atau apa sih? Saya nggak peduli atau apa sih? Saya kopong :( iya.

Bukannya nggak peduli, tapi ya saya masih nggak yakin sama apa yang akan saya pilih. Saya juga nggak yakin sama apa yang akan orang lain pilih. Iya emang bukan urusan saya, sih. Peduli apa orang lain sama pilihan saya? Peduli apa orang lain atas ketidakyakinan saya terhadap pilihan mereka?

Pilihan orang mah rahasia. Kan rahasia itu termasuk asas pemilu. Nah, karena rahasia itu, saya nggak yakin apa sebenernya mereka tahu alasan mereka memilih 'pilihan' mereka itu? Kredibilitas? Dilihat dari mana?

Iya sih, ada website-website yang isinya tentang calon-calon legislatif beserta track recordnya. Terus ada juga fitur yang memuat nilai mereka untuk selanjutnya diurutin. Keliatan deh tuh caleg-caleg tiap dapil dari nilai tertinggi sampai terendah. Tapi......ya gimana sih, itu poin juga dari sistem komputer yang entah bagaimana masuknya. Saya nggak yakin juga nilai tertinggi yang ditampilkan benar-benar 'nilai tertinggi'. Dan males juga membiarkan diri ini terbebas dari rasa gelisah cuma karena udah nemuin caleg paling berkompeten dari 'nilai tertinggi'nya.

Nggak gampang, coy.

Nggak yakin juga sama akun-akun yang dipandang 'wah' soal politik. Aktivis kampus contohnya. 'Aktivis' kampus saya sih udah kebaca banget plotnya bakal milih siapa. Cuman, gini loh, mereka bercicicuwit soal pemilu dan dengan gamblang menyatakan bahwa mereka anti golput dan sudah punya pilihan (secara implisit begitu). Pertanyaan saya adalah, mereka ngerasain gelisah untuk menentukan pilihan juga nggak sih? Kalau mereka tenang, kenapa bisa tenang dan yakin sama pilihan mereka? Efek 'balas budi' kah?

Kenapa bisa yakin gitu sih, coy? Kasih tau dong alesannya.
Xixi.


P.s. Ditulis sambil leyeh-leyeh tak bergelora seraya meratapi telepon genggam yang performanya makin menurun
Powered by Telkomsel BlackBerry®

HayahAfifah | 2008-2017