Jul 11, 2014

Untuk Love of My Life-nya Afi



Ayahnya Dedek


Selamat setengah abad, Ayahnya Mas, Mbak, Dedek!
Huhu ternyata ayahnya Dedek udah berkepala lima sekarang.
Ayah, aku nggak tahu harus gimana nyatain rasa syukur aku karena dikasih karunia punya bapak kayak Ayah. Ayah yang selalu jadi panutan aku. Panutan aku dalam menjalani kehidupan dan jadi panutan aku untuk nyari pasangan hidup juga //hahaha. Ayah ngajarin aku banyak banget. Bener-bener banyak, nggak literally doang. Mulai dari ngejalanin hidup yang superenak sampai hidup yang superenak tapi dinamis banget. Ayah role model aku banget.


Ayah selalu ngajarin kalau hidup itu bukan masalah prolonging. Hidup itu belonging, hidup itu what we are doing. Ayah nggak pernah suka kalau kerjaan ganggu family time, quality time kita. Ayah rela meninggalkan banyak hal demi keluarga. Bukan deng, bukan meninggalkan, Ayah selalu mengeyampingkan hal-hal lain selain keluarga. Bukannya Ayah nggak bertanggung jawab atas kerjaan Ayah, tapi Ayah paham benar bahwa keluarga di atas segalanya. Itu yang selalu bikin aku paham bahwa apa yang aku jalani, apa yang aku kejar, apa yang aku obsesikan, nggak ada apa-apanya tanpa keluarga itu sendiri. Family first, ya Yah?

Ayah emang keras kepala. Ayah nggak jarang naik pitam. Tapi aku tahu kok itu semua ada argumennya sendiri. Berdebat emang nggak favorable bagi aku, aku nggak kayak Mbak yang apa-apa emang mesti didebat, persis kayak Ayah. Tapi, sesungguhnya, semua yang Ayah pertahankan, semua yang Ayah perjuangkan, semuanya itu jadi pelajaran berharga bagi aku. Aku suka banget 'kuliah' di keluarga Ayah, keluarga Hadi Wiyono. Ayah menunjukkan betapa seorang bapak adalah pemimpin. Pemimpin yang bisa jadi nahkoda sekaligus navigator dan teknisi. Ayah punya banyak gelar dalam kehidupan ini, jobdesc-nya padat. Rasanya aku mau ngasih Ayah gelar Doktor honoris causa sebagai ahli kehidupan. Aku sebenernya bingung kalau melontarkan pertanyaan "What are you doing for this life?" ke Ayah. It is beyond living. Ayah hidup, Ayah bukan kerja.

Kata banyak orang, orang yang brewokan itu galak, Yah. Enak aja. Ayah orang paling asik yang aku kenal. Aku seneng banget denger omongan Ayah yang kadang bahkan sering ngalor ngidul, yang bikin Mama kadang mempertanyakan kenapa milih Ayah jadi pendamping hidupnya. You are the best comic I've ever known. Gara-gara Ayah aku jadi into orang-orang yang brewokan deh //hahaha. Ayah udah bikin aku terobsesi untuk jadi orang cerdas, yang bisa mengoptimalkan otak kanan dan kirinya. Ayah yang bikin aku pengen ahli dalam banyak hal walaupun kayaknya rada nggak mungkin. Aku pengen jago public speaking kayak Ayah, aku pengen jago main piano kayak Ayah, aku pengen banget pitch perfect kayak Ayah!! huhu sayangnya nggak. Ayah bikin aku naksir banget sama musisi-musisi jaman dahulu dari berbagai genre, sampai-sampai aku nggak ngehits banget untuk tahu lagu gaul jaman sekarang.

Ayah, terima kasih banyak.
Aku sayang Ayah. Sayang bangeeeeeeeeeeet.
Tulisan ini sih nggak ada apa-apanya Yah untuk deskripsiin Ayah, ini mah apaan banget.
Selamat 50 tahun ya Ayahnya aku! Semoga aku bisa nyetak keluarga yang dirahmatin Allah bareng Ayah, Mama, Mas Aria, Kamil, aamiin. Aku bahagia banget loh, Yah. Kata temen-temen aku, aku aneh. Jangan-jangan ini influensinya dari Ayah //hahaha gadeng. Ayah jangan sedih walaupun Belanda sampai sekarang pun belum pernah juara piala dunia. Yang juara dunia sih harusnya Ayah, tjieeeee //gombal.

Yah, you are the wind beneath my wings.






Did you ever know that you're my hero
And everything I would like to be
I can fly higher than an eagle
For you are the wind beneath my wings.

It might have appeared to go unnoticed
But I've got it all here in my heart
I want you to know I know the truth
I would be nothing without you
//The Wind Beneath My Wings-- Kenny Rogers

Anaknya Ayah.
HayahAfifah | 2008-2017