Nov 30, 2016

Teriak-teriak




"........bukannya kita harusnya lebih sibuk menjalani hidup sebagai apa dan bukan siapa?"
"sudah dengar tentang pengampunan diri? mungkin patut dicoba"
"nggak se-salah itu, stop being a crybaby"
"deal with it"
"life is seharusnya good kan?"
"oppressive? it is not how it is made"
"life is memang begitu"
"stop blaming yourself"
"yet stop blaming other people! neither of us was good"
"dengerin aku dong!"
"stupid u think?"
"jir"
"hm"
"h"
"h"
"h"
"h"
"h"
"pulang, lo ngapain di sini"
"I have things to do"
"gak mau ini berakhir. why? gak mau ini dimulai"
"h"
"h"
"h"
"gils ini bakery lagunya enak-enak banget"
"inget Abah"
"ampuni dosa Abah, ya Allah"
"belajar yang banyak!"
"share a view!"
"berhenti jadi tertekan. berhenti tidak peduli."
"brisik!"


Di kepalaku isinya banyak banget. Menjawab pertanyaan pertama: semua omongan yang memang sebagian besar "kosong" adalah wujud dari keberadaan si apa. Tiap omongan mewakili si siapa. Oh, lyfe.


Afi.
Wiyono.
Yea.
HayahAfifah | 2008-2017