Jul 21, 2017

Plis harus posting ini biar bisa skripsian

Saya bikin janji sama diri sendiri kalau tulisan untuk tayangan ini selesai, saya harus merampungkan data skripsi saya malam ini. Jadi, for the sake of Ayah dan Mama yang pengen banget weekend ini skripsi anaknya kelar, let me menulis tayangan ini sesegera mungkin.

Halo!
Alhamdulillah things eventually get better. Makin hari saya makin ngeh kalau doa adalah suplai kekuatan yang sungguh masif. *Saya lagi denger tembangnya Raihan yang judulnya Damba Cinta-Mu terus tertegun mau berhenti ngetik sejenak*

Saya sedari pekan lalu mau banget nulis yang banyak. Pertama, soal Juni dan Juli. Saya selesai magang di sebuah perusahaan yang punya tim research and development berbudaya ramah dan suka memberi kesempatan orang untuk belajar. Selama empat bulan saya nggak tahu berapa banyak ucapan "ya Allah, baik banget", "ya ampun, terharu", "terima kasih" yang saya lontarkan ke orang-orang di kantor.

Pelajaran tentang integritas, rasa saling menghormati, apresiasi, dan komitmen disuguhkan ke saya dalam kejadian sehari-hari. Tak terkecuali tentang rasa saling memaafkan. People are great, ya? Saya senang karena menemukan orang-orang yang mau bekerja sama menjaga "sistem" agar semuanya baik. Bukan, bukan sekadar sistem manajemen karena ini sebuah perusahaan. Lebih dari itu, saya menemukan orang-orang yang bekerja sama menjaga sistem kehidupan mereka.

Sebagai makhluk yang butuh orang lain, mereka menjalankan peran itu. Sebagai teman, sebagai fasilitator. Sebagai makhluk yang mau jadi lebih baik dari hari kemarin dan jadi partner yang mau bantu rekannya untuk jadi lebih baik juga. How beautiful is that?

Pada akhirnya, saya mellow saat hari terakhir. Meski dikasih hadiah termos makan, flashdrive sapi yang sungguh imut, bingkisan yang isinya semua produk yang diproduksi perusahaan, saya rasanya kayak mau nangis. Terharu karena orang baik masih banyak. Atau bahkan saya mau kembali percaya bahwa semua orang baik. ((kembali)) He He.

Tulisan tentang magang saya akhiri dengan: terima kasih banyak. Semuanya tahu kan, kalau kebaikan akan dibalas dengan kebaikan nantinya? Mas dan Mbak pantas dibalas dengan banyak kebaikan. Doain ya semoga saya bisa jadi bermanfaat dan mendapatkan banyak hikmah di kelanjutan hidup.

Kedua, saya mau cerita tentang kerjaan. Oh iya, saya bahkan belum pernah menulis ini sebelumnya di blog. Padahal saya janji kalau blog ini akan mencakup titik-titik atau poin dalam hidup saya.

Oke, jadi saya sejak Mei lalu menjadi buruh korporat. LOL. Beda perusahaan sama tempat magang yang barusan diceritaain. Kalau magang yang di atas itu peruntukkannya untuk ambil data sebagai pemenuhan tugas skripsi. Ya walaupun, keluar dari situ juga skripsi saya belum nyampe 10% bahkan.

Sejak Mei lalu saya jadi buruh korporat yang bergerak di bidang branding. Kalau di sini saya dibayar karena memang saya kerja aja gitu. Pekerja lepas. Sebuah hal yang patut disyukuri karena serendipity happens. Ini aneh ceritanya, I will keep that in mind, nggak saya beberin deh pokoknya. Intinya, saya bekerja dan dibayar dan sekaligus disuguhi mentorship selama empat bulan. Empat bulan ini karena saya mau studi dulu selama lima bulan setelahnya, nantinya saya ada kemungkinan kembali kok untuk mendulang pengalaman lebih banyak dari tempat ini.

Jujur, this is the thing I've always wanted. Belajar jadi anak sosial media, jadi content writer, sekaligus jadi reporter. Oleh karena itu saya akhirnya bikin akun instagram. For the sake of melek sama aplikasi ini.

Selama bulan Juni, kerjaan saya numpuk puk puk puk banyak sekali. Saya notabene seorang manusia, merangkap jadi mahasiswa tingkat akhir yang butuh data skripsi, anak magang yang dikasih berbagai kerjaan di kantor tiap harinya, dan pekerja lepas korporat yang sering tiba-tiba minta revisi malam-malam. Oh ya, Juni lalu juga saya juga punya peran sebagai hamba Allah yang menjalankan ibada di bulan Ramadhan. Halo, bulan penuh rahmat ini kan nggak pengen banget dong saya lewati begitu saja.

Akhirnya saya mencoba kerja cepat, dengan ritme yang-waw-saya-belum-pernah-melakukan-ini-ya-Allah-tolong-hamba!!

Bulan Juni lagi sering-seringnya kena omel mentor karena mentor juga lagi sering-seringnya kena omel klien hahahaha. Iya, dunia tuh gitu ya, berentet masalahnya. Kena omel juga sama Mama karena setiap diajak bermalam di masjid ada aja alasannya walaupun akhirnya juga berangkat. Tapi, ayat Quran yang kuyakini akan selalu universal dan abadi kan bilang kalau Allah nggak bakal ngasih ujian yang kita nggak mampu. Lalu saya melawan balik.

Bukan maksudnya melawan mentor dan menentang Mama. Sedih kalau gitu mah. Intinya: Things will be forever okay. Karena Tuhan saya Mahabaik.

Paling senang adalah momen saat "sudah ditransfer ya, Mbak Afi" HEHEHEHE. Ya, sama lah rasanya kayak pas dulu orderan katering sehari banyak bener.

Ketiga, tentang persiapan mental untuk menyaksikan bumi Allah tanpa orang tua.
This has been energy consuming, to be honest. Saya yang manja, yang malas berpergian, belum pernah dilepas untuk waktu yang lama akhirnya dapat kesempatan untuk masuk ke "wahana" ini. Desain cerita oleh Tuhanku memang super keren.

Fyuuuuh. Saya banyakan gregetan karena ketelen asumsi ini itu bahwa saya akan menghadapi dunia yang berbeda dari yang selama ini saya hadapi. Tapi, ingat ya: Quran turun untuk seluruh semesta alam. Jadi, landasan hidup dimana pun saya yakini sama kok aturannya. Tuh tahu teorinya, kalau praktiknya?

Oke, menunggu satu bulan untuk coba aplikasi. God, why are you so kind??

Hehehehehehehe.
Life has been good.
Saya bersyukur.

Dah ya, panjang tapi yaudah lah. Selamat skripsian, Afi!
HayahAfifah | 2008-2017