Aku hadir pada setiap pengelihatan dan tarikan nafasku. Bahkan aku hadir saat tanganku menggaruk kepalaku. Ternyata kagok sekali rasanya untuk tidak memikirkan hal yang tidak ada wujud materinya.
Sampai sampai aku sesak sekali dan satu-satunya hal yang bisa aku rasakan adalah kelenjar di leherku membesar, seperti dahaga tapi tidak butuh air, membuatku mual.
Aku mual.
Aku sampai keluar air mata lalu berharap perjalanan ini usai dalam sekejap.
Sayangnya, waktu lama sekali. Lalu lintas padat dan aku merasakan tiap inchi perpindahan. Aku mual.
Aku sungguh kagok untuk merasakan diriku sendiri.