May 10, 2014

Candu

Sembari panas-panasan di angkot yang kian penuh CO2 ini, biarlah kedua ibu jari ini pijit aksara.
Selamat hari Jum'at, duhai Semesta! Mengutip sedikit dari tulisan Mas Risky, kenalan saya yang otaknya sudah mencicip banyak kontradiksi dengan batin dan kerjaannya, saya punya pesan yang sama untuk Semesta: "Wahai Semesta, janganlah kecewakan orang-orang yang menganggap semuanya akan baik-baik saja!" Indah ya ucapannya?

Iya, saya termasuk ke dalam orang-orang-yang-menganggap-semuanya-akan-baik-baik-saja. Optimis kah? Tidak, saya pikir saya hanya sedikit penggembira.

Pekan ini saya bolos dua kelas demi memenuhi keinginan saya, yaitu: bolos. Udah sih, cuman itu keinginan saya. Mungkin "bolos" sudah bisa dikick-out dari wishlist. Sebut saya bermain siasat sama diri sendiri, tetapi saya memang agak licik pekan ini. Nggak deng, dua pekan ini lebih tepatnya. My happiness is my only concern.

Tapi jujur, justru dari kenakalan itulah saya dapat pengetahuan yang lebih dibanding teman-teman saya. I know how to mantain the mental itself when I'm feeling a bit blue and exhausted by everyone, everything. The me-only-me side of mine would take over my days and nights. Pekan ini melelahkan sekali karena sedari Senin motivasi saya adalah menjemput Jumat agar lekas pulang.

Jumat, saya bolos kelas terakhir. Saya ada janji wawancara dengan seorang dosen. Sebenarnya dengan 20 menit, semua pertanyaan yang menyangkut berita saya sudah terjawab . Tetapi tidak begitu. Bapak ini sungguh sebuah kemudahan dan pencerahan. Saya mulai berbincang tentang yang lain. Dengan tetap bersemangat dan bersahabat beliau menjawab dan mengajak berdiskusi. Sampai akhirnya kami harus dipisahkan oleh jadwal mengajar si bapak. Satu-setengah-jam saya manfaatkan waktu hanya untuk berbincang ria. Sungguh, 10 menit lagi saya seharusnya memberi honor kepada si bapak karena layaknya telah mengisi kuliah 2 sks.

Take a break, they said. Listen, the conscience will tell you. Mungkin memang begitu. Rutinitas mematikan jiwa saya, saya rasa. Penyimpangan memang patut dilakukan sesekali.
Karena, ilmu tidak hanya dari kelas, saudara-saudara.

Selamat menuntut ilmu! Tuhan, tolong kirimkan banyak hari libur tanpa kuliah pengganti, tolong tolong tolooong. I demand so much mirth!!

Powered by Telkomsel BlackBerry®






HayahAfifah | 2008-2017