Feb 6, 2016

Menjadi Rakyat

Kamu harus akui bahwa kamu rakyat kalau kerjamu mengeluh atas kebijakan pemerintah. Ingat ya, pun kita mesti berjuang. Nyinyir kamu bagus untuk mengetahui posisimu. Nyinyirmu menandakan bahwa kamu masih dalam lingkaran bernama negara, ehm, atau berkedok boleh juga dikata.

Atas rasa skeptikal yang aku miliki, aku sedih saat kembali membaca buku Hatta. Sedih karena tak jarang aku menyesali keberadaan negara. Anggapan bahwa negara sebenarnya belenggu jelas sekali bertentangan dengan apa yang telah diperjuangkan puluhan tahun lalu.

Jika aku hidup pada zamannya, demi segala kenyamanan yang selalu kuidamkan, bisa jadi aku memilih berjuang bersama Noto Soeroto. Karena bisa jadi aku akan menganggap bahwa gerakan non-cooperation adalah sebuah ego manusia. Maaf kalau pikiranku menakfiri apa yang telah diperjuangkan.

Toh, pada akhirnya Bung Hatta ini adalah sosok yang kuidolakan.

Maafkan aku karena tulisan ini diindahkan dengan sebutan "aku" dibanding "saya". Karena tulisan ini memang wujud ego lain yang bisa diciptakan manusia.

Pada gambar: buku, molen terenak sedunia, dan kalkulator. Kuanggap ini bagian dari perjuangan seorang rakyat yang juga seorang manusia.

Si Aku,
Afi Wiyono.

HayahAfifah | 2008-2017