Sep 24, 2016

Doppelganger



I met my doppelganger yesterday. Right just when I decided to find one.
.
.
.
.


Sore kemarin aku menerjang hujan bersama Mas Uber (whom I really don't care the name) yang superbaik hati. Sumpah. Sebaik itu sampai mau nulis kalimat ini. Mas Uber menjemputku di depan halte Yogya Dramaga. Mas Uber mengantarku ke tujuan. Memang itu tugas semua Mas Uber. Tapi Mas Uber yang ini sangat inisiatif bilang begini: "Mbak, mau pinjem earphone saya nggak biar bisa handsfree telponan sama mamanya?" di saat aku teriak-teriak telponan di motor karena pakai helm. Tapi aku tolak. Mas Uber nggak keberatan tuh meski harus dengerin teriak-teriakan aku beberapa menit.

Lalu, Mas Uber melihat ke langit dan bilang: "Mbak, saya punya jas ujan 2, ada yang setelan ada yang ponco Mbak boleh pilih mau yang mana." Tapi aku tolak. Meski mendung, langitnya belum gerimis. Lalu kita melanjutkan perjalanan sampai di suatu lokasi dekat Gunung Batu, Mas Uber yang sungguh inisiatif tiba-tiba berhenti. Ia kemudian bilang: "Saya nggak mau Mbak kehujanan. Ayo kita pakai jas ujan dulu." Sweet sweet la la~

Akhirnya kita pakai jas ujan dulu. Iya, mungkin sebenernya dia yang nggak mau keujanan. He he. Tapi bener banget setelah Gundaling hujan deras sekali. Sederas itu sampai sepatu kesayanganku basah. Kuyup pula. Yaudah tapi setelan atasku nggak basah berkat Mas Uber. Aku pilih yang ponco, btw. Sampai di Stasiun Bogor, aku diantar ke bawah payung gede yang ada tulisan coca cola gitu dan ditungguin sampe buka jas ujan dengan baik dan benar serta buka payung. Sedih sih, payung coca colanya terjengkang tiba-tiba dan kami berdua tak punya tempat berteduh. Untung cuman ujan.

Lalu aku masuk ke stasiun. Terus ketemu doppelgangerku. HAHAHA. Gakdeng, bajunya doang. Persis sekali dong bajunya. Terus aku bukannya gengsi malah pengen foto mbak-mbak itu dari belakang. Eh mbaknya nengok, jadi ngeblur kan. Cupu. Senang sekali. Sore itu amat sangat menyenangkan sampai-sampai senyum-senyum terus di kereta. Terima kasih Mas Uber, terima kasih doppelgangerku, dan terima kasih Allah, hujannya menyenangkan.





The superwet clothes after bravely menerjang hujannya Bogor sore itu bersama Mas Uber.

The quite wet clothes. The smaller size one than one on the above.




Afi.


HayahAfifah | 2008-2017